Poll

Silaturahim

Popular Posts

Labels

Label

Google +

Latest Post

SK KWARNAS NOMOR: 002 TAHUN 2012 TENTANG PP SATUAN KOMUNITAS PRAMUKA

Written By Admin on Selasa, 08 Mei 2012 | 01.47

Meski masih belum mampu mengakomodir kebutuhan-kebutuhan dalam Satuan Komunitas Pramuka, terutama SAKO Pramuka SIT, Alhamdulillah, telah dikeluarkan Surat keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor: 002 tahun 2012 tentang petunjuk penyelenggaraan Satuan Komunitas Pramuka.
Di antara yang belum terakomodir bagi Satuan Komunitas Pramuka SIT adalah mengenai Seragam. Dalam BAB V NAMA DAN ATRIBUT nomer 2. Mengenai Atribut, pada huruf b. dinyatakan bahwa Pakaian Seragam Sako sama dengan pakaian seragam yang berlaku bagi anggota Gerakan Pramuka sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional.


Sako Pramuka SIT sepakat untuk mengikuti aturan tersebut dengan beberapa penyesuaian di antaranya :
Penggunaan Jilbab bagi peserta didik putri digunakan sesuai dengan nilai-nilai dan keyakinan di lingkungan SIT yaitu menjulur keluar menutupi dada (bukan di masukkan ke dalam blous sebagaimana diatur dalam PP seragam)
Terkait dengan hal tersebut di atas maka pemasangan setangan leher bagi putri dipasang di luar jilbab tersebut
Blous yang digunakan menjulur keluar menutupi bagian pinggul hingga batas atas lutut (bukan dimasukkan sebagaimana diatur dalam PP seragam)
Selama ini, karena dianggap tidak sesuai dengan PP seragam tersebut, para peserta didik di lingkungan SAKO Pramuka SIT mengalami kendala, manakala mengikuti event-event resmi di lingkungan Gerakan Pramuka. Di mana mereka harus menyesuai dengan PP seragam tersebut padahal tidak sesuai dengan keyakinan dan kebiasaan yang selama ini ditanamkan di lingkungan internalnya. Seperti, di saat terpilih sebagai peserta JAMNAS, maka seragam yang mereka kenakan, bagi putri harus memasukan blousnya ke dalam rok atau celana panjang, jilbabnya juga harus dimasukkan ke dalam blous mereka, untuk anak putra harus menggunakan celana tiga perempat, bukan celana panjang yang selama ini biasa mereka kenakan.

Semoga pihak Kwartir Nasional dapat mengakomodir penyesuai seragam pada peserta didik dan pembina putri di pangkalan SAKO Pramuka SIT ini.

Donlod PP tentang SAKO di sini

FOOD for Somalia from SMPIT TBZ

Written By Admin on Selasa, 28 Februari 2012 | 20.52


Lebih dari 29.000 anak-anak di bawah usia lima tahun telah tewas akibat kekeringan dan kelaparan di Somalia, perkiraan dari AS menunjukkan. Nancy Lindborg, asisten administrator dari USAID, mengatakan kepada sebuah komite kongres di Washington pada hari Rabu lalu bahwa banyak anak-anak telah tewas dalam 90 hari terakhir di Somalia selatan. Angka baru ini didasarkan pada survei gizi dan kematian yang diverifikasi oleh Pusat AS untuk Kontrol dan Pencegahan Penyakit. Pada hari Rabu lalu, PBB menyatakan ada tiga daerah baru zona kelaparan di Somalia, yang menjadikan jumlah total lima daerah yang terkena bencana kelaparan. PBB mengatakan 3,2 juta warga Somalia sangat membutuhkan bantuan segera untuk menyelamatkan nyawa mereka. Somalia menjadi wilayah paling parah yang terkena dampak bencana kelaparan di Tanduk Afrika, tetapi bagian dari Kenya, Uganda, Ethiopia dan Djibouti juga terkena dampak dari bencana tersebut.

Bencana tersebut membuat SMPIT Thariq Bin Ziyad turut peduli terhadap musibah yang menimpa saudara-saudara muslim di Somalia. Bersama ACT, penggalangan dana untuk Somalia pun dilakukan pada Jum’at 24 Februari  2012. Dengan memaparkan kondisi terkini disertai gambar dan video yang disajikan melalui proyektor, Alhamdulillah dari siswa-siswi SMPIT Thariq Bin Ziyad terkumpul dana sebesar Rp. 4.860.000 dan beberapa ringgit (dari siswa SMPIT TBZ peserta PRINT’11). Semoga dana tersebut dapat membantu saudara-saudara muslim kita di Somalia dan menjadi kebaikan bagi kita semua. (SS)

RIVA, SANG PRATAMA YANG GAGAH

Written By Admin on Senin, 27 Februari 2012 | 15.35



Siaaaaap… Grak…!!!. Demikian aba-aba panjang yang dilantangkan oleh pemimpin upacara pada pembukaan KEMNAS 2 Pramuka SIT di Bumi Perkemahan Cibubur pagi itu. Riva Aprilliana Fauzan, Pramuka penggalang gagah yang sudah memiliki 11 buah TKK (Tanda Kecakapan Khusus) di selempangnya itu ternyata berasal dari Gugus Depan Sekolah Islam Terpadu Thariq Bin Ziyad Bekasi Jawa Barat. Siswa kelas 8E RSBI SMPIT Thariq Bin Ziyad itu terpiih dan dipercaya menjadi Pratama (Pemimpin Regu Utama) setelah melewati seleksi yang dilakukan oleh KorNas Pramuka SIT untuk memimpin upacara pembukaan dan penutupan KEMNAS 2 Pramuka SIT. Ucapan selamat dan jabat tangan dari Ka.Kwarnas beserta petinggi Pramuka SIT menjadi motivasi tersendiri bagi sang Pratama.


Sebuah kebanggaan bagi Gugus Depan 06.215-06.216 Pangkalan Thariq Bin Ziyad bisa mengantarkan salah satu anak didiknya berprestasi dengan menjadi pemimpin upacara di tingkat nasional. Karena prestasi bukan hanya diukur dari kemenangan dalam sebuah lomba namun prestasi juga bisa diukur dari keberhasilan penanaman nilai dan karakter yang tercermin dalam sikap dan perilaku peserta didik. Mungkin demikian salah satu sudut pandang tentang prestasi yang tercermin pada Riva sang Pratama.

Siswa yang lahir di Bandung 19 April 1998 dari pasangan Yana Mulyana dan Nina Herlina ini memang belum pernah diikutsertakan dalam lomba-lomba yang bersifat akademis walaupun dikelasnya selalu meraih peringkat 3 besar. Namun pengalaman dan semangat untuk senantiasa belajar dan berlatih memupuk karakternya. Kak Adi, Pembina Pramuka SMPIT TBZ pernah bilang, “Lomba dan kemenangan itu bukan tujuan tapi untuk mengukur keberhasilan latihan kita. Pembentukan karakter lebih penting karena menjadi basic core dari Pramuka”. Oleh karenanya lomba adalah salah satu sarana diantara banyak sarana termasuk berlatih dan menggali sebanyak mungkin pengalaman. Itu pula yang dialami siswa yang memiliki motto “Be your self” ini. Pengalamannya mengikuti kegiatan dan proses pembinaan di Pramuka SIT telah membentuk dirinya. Sebut saja serentetan pengalamannya yang sesungguhnya juga merupakan sebuah prestasi :
-          Kelas RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional)
-          LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa)
-          English Outing Program di Kampung Inggris Pare – Kediri
-          Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) Pramuka SMPIT TBZ di Gunung Bunder
-          LKTM (Latihan Kepemimpinan Tingkat Menengah) OSIS-Pramuka-PMR
-          TSO (Thariq Student Outbound) di Curug Panjang, Mega Mendung – Bogor
-          Jambore Nasional IX Pramuka di Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan
-          Gladian Nasional Pramuka SIT di Pusdiklatnas Pramuka, Cibubur
-          Perkemahan Internasional (PRINT) 2011 di Hutan Lipur Ulu Bendul, Kuala Pilah – Malaysia
-          Wisata IPTEK Pramuka SIT di Kuala Lumpur, Malaysia
-          Kemah Nasional Pramuka SIT di Bumi Pekemahan Cibubur

Pramuka telah memotivasi semangatnya. Kemandirian, kedisiplinan dan kemampuan leadership adalah sebagian manfaat yang menurutnya sudah ia rasakan. Dimata sang kakak, Reza Aprilliana Fauzi, Riva adalah adik sekaligus sahabat baginya. Dimana ada Riva selalu ada Reza karena memang mereka saudara kembar. Reza sang kakak yang bercita-cita menjadi drummer ini memang memiliki hobi yang berbeda dengan Riva, namun mereka sama-sama memiliki semangat yang sama di Pramuka. Pramuka telah memupuk kekompakkan dua saudara kembar ini.

Selain menjadi Pratama di KEMNAS 2 Pramuka SIT, Riva adalah Pratama di pasukan putra Pramuka SMPIT TBZ dan juga ketua kelas di kelasnya. Menurut sahabatnya yang akrab dipanggil Kidut, “Riva itu orangnya tegas, disiplin, sabar dan murah senyum”. Mungkin itu juga yang membuat teman-temannya mempercayakan dan memberikan amanah kepemimpinan di pundak siswa yang hobi berenang ini. Pratama yang bercita-cita menjadi pengusaha ini diwaktu senggangnya juga menyalurkan kegemaran memasaknya, Zupa Soup adalah masakan favoritnya. TKK memasak pun telah ia sandang sebagai de jure keahliannya memasak.

Bukan hanya itu, TKK khotib/kultum tingkat purwa telah melatih dirinya untuk bisa memberikan taushiyah didepan orang banyak. Oleh karena itu ketika diamanahkan untuk memberikan kuliah Shubuh mewakili kontingen Indonesia dihadapan seluruh peserta Perkemahan Internasional (PRINT) 2011 di Malaysia ia langsung menyatakan siap. Dan itupun merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan.


Sebagai “anak thariq”, Riva telah membuktikan pada kita semua bahkan pada teman-teman dari Malaysia dan Thailand bahwa predikat Shaleh dan Cerdas telah mulai melekat pada dirinya. Siswa yang tengah menyelesaikan hafalan Juz 29nya ini tetap tampil sederhana dalam kesehariannya. Prestasi dan pengalaman yang dilaluinya telah membentuk jiwanya makin matang, tidak sesederhana penampilannya.

Menjadi Pratama (pemimpin regu utama) memang bukanlah tujuan atau puncak dari kesuksesan dan kepemimpinan di Pramuka. Namun ia merupakan salah satu proses pembentukan karekter dan kepribadian. Akan terus lahir pratama-pratama berkualitas di Pramuka TBZ sebagai calon-calon pemimpin dimasa mendatang. (SS)

Banner "Thariq Bin Ziyad" di depan gerbang Tol Bekasi Timur

Written By Admin on Jumat, 17 Februari 2012 | 22.06


Sebuah banner besar sudah satu bulan ini terpampang di depan gerbang tol Bekasi Timur bertuliskan Open New Registration bersanding dengan banner-banner raksasa lainnya. Banner-banner besar tersebut saling berlomba mempromosikan produk-produknya termasuk LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM TERPADU “THARIQ BIN ZIYAD” yang mem”produksi” generasi Sholeh dan Cerdas. Keseriusan lembaga ini dalam membangun generasi-generasi Islam yang tangguh terbukti dengan keseriusannya mempromosikan lembaganya melalui banner raksasa. Dalam bahasa Al-Qur’an “fastabiqul khairat” , maka saat ini ada banner besar yang sedang mempromosikan kebaikan-kebaikan melalui LPIT Thariq Bin Ziyad.

Keberadaan banner tersebut juga sebagai bentuk pembuktian eksistensi salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Bekasi ini. Thariq Bin Ziyad ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa semua bentuk media juga harus bisa dijadikan sarana penyebar kebaikan.

Selain eksistensi didunia nyata, Thariq Bin Ziyad juga berusaha eksis di dunia maya dengan adanya www.thariq.com. Eksistensi didunia maya menjadi penting karena gaya hidup masyarakat kini cenderung dan sudah mengarah ke era dunia digital. Orang tua di era digital tidak lagi perlu berkeliling mencari sekolah bagi anaknya. Namun cukup berada di depan komputer, searching, ketemu yang cocok baru sekolah itu dihubungi dan dikunjungi. Bahkan jika tidak ingin direpotkan bisa langsung melanjutkan duduk didepan komputer dan registrasi secara online. Kata anak zaman sekarang, “Hari gene masih manual ???... capeee deeeeh…”.

Walaupun era digital memiliki kekurangan dan kelebihan, eksistensi di dunia maya kini seakan menjadi keharusan. Jejaring sosial yang berkembang demikian pesat bahkan diluar dugaan sebagian pengamat IT menjadikan sebuah lembaga seperti Thariq Bin Ziyad juga harus (baca : wajib) memiliki alamat website, jejaring sosial, e-mail dll dengan diiringi informasi yang lengkap dan up to date.

Tuntutan itu pula yang menjadikan www.smpit-thariq.com lahir kembali setelah beberapa tahun mati suri. (SS) 

Profil : Nabilla Elsaphira Putri, maestro lukis SMPIT TBZ

Written By Admin on Kamis, 16 Februari 2012 | 01.12



Gadis belia kelahiran Jakarta, 2 Desember 1998 ini bernama Nabilla Elsaphira Putri. Anak kedua putri dari pasangan Ponco Surio dan Tiwi Pawitasari ini adalah maestro lukis di SMPIT Thariq Bin Ziyad. Kepiawaiannya melukis sudah tidak diragukan lagi. Mulai dari SD sudah gemar melukis. Prestasi gadis penyuka pudding ini ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar adalah menjadi Juara 2 lomba lukis tingkat provinsi. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi dirinya dan kedua orang tuanya. Oleh karenanya  bakat tersebut sangat di support oleh sang ayah dengan mendatangkan guru les privat melukis ke rumah.

Vira, demikian panggilan akrab siswa yang suka warna coklat dan merah ini. Warna pilihannya cukup menggambarkan kepribadian dan aktifitasnya. Warna coklat menurutnya adalah warna yang elegan. Mungkin juga karena ia ikut aktif di Pramuka SMPIT Thariq Bin Ziyad. Bahkan memiliki peran penting di Pramuka yakni sebagai Pratama (Pemimpin Regu Utama) di pasukan putri. Karena kemenanganya diberbagai lomba lukis, Pembina Pramuka SMPIT Thariq Bin Ziyad Kak Adi berjanji akan menyematkan TKK (Tanda Kecakapan Khusus) melukis tingkat utama. 


Warna kesukaannya yang lain adalah merah. “Warna merah itu warna yang mencolok”, ujarnya. Memang dikelas sang Pratama yang juga suka menulis ini adalah siswa yang mencolok. Gelar ranking 1 di kelasnya belum pernah tergantikan semenjak duduk di bangku SMP. Kecerdasan dan kecemerlangannya membawa hatinya bercita-cita tinggi yaitu ingin menjadi pejabat Bank Indonesia. Semoga Allah memberi jalan agar menjadi pejabat yang jujur dan dapat mensejahterakan rakyat. Amin.

Siswi yang sedang menyelesaikan hafalan Juz 29-nya ini juga menjadi salah satu siswa binaan yang sedang dipersiapkan untuk mengikuti Olympiade Matematika. Disela-sela pembinaan Olympiade ia juga tetap mengasah bakat melukisnya dan ikut dalam lomba-lomba melukis. Prestasinya ketika duduk di kelas 7 adalah menjadi Juara 1 tingkat kabupaten pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Juara Harapan 2 tingkat provinsi pada ajang yang sama. Dan baru saja pekan ini ia meraih Juara 2 lomba lukis se-Jawa Bali. Sungguh prestasi yang sangat syarat dengan perjuangan.


Vira yang kini duduk di kelas 8 juga pernah merasakan beberapa hari belajar di Madrasah Al-Junaid Singapura dalam English Program SMPIT TBZ. Pengalamannnya bukan hanya menambah khazanah bahasa inggrisnya tapi juga khazanah tentang kehidupan. Gadis cantik penyuka Matematika ini memiliki motto, “Kalau yang lain bisa pasti kita juga bisa”. Sebuah motto yang mencerminkan jiwa yang pantang menyerah. (SS)

Profil : Dadan, terinspirasi Steve Jobs

Written By Admin on Senin, 13 Februari 2012 | 21.59

Mendengar siswa SMPIT TBZ menang lomba sudah menjadi hal yang biasa. Karena memang banyak sekali siswa-siswa yang yang memiliki potensi luar biasa senantiasa di-upgrade setiap harinya disini. Mulai dari lomba science, IT, olahraga, seni apalagi lomba-lomba yang bernuansa Islami.

Satu lagi nama siswa berprestasi yang muncul bulan ini ada adalah Putra Perdana Haryana. Salah satu generasi digital SMPIT TBZ ini baru saja memenangkan lomba IT bertajuk Lomba Pengguna Komputer Pelajar (LPKP)  ke-8 tingkat kota dan kabupaten. Juara 1 yang diraih sekaligus mempertahankan gelar Juara Umum bukanlah proses semudah membalikan telapak tangan. Kemenangan yang diraih merupakan proses panjang dan dari ketekunan yang dijalani selama ini. Tiga tahun yang lalu, Dadan demikian sapaan akrab siswa berbadan gempal ini sudah diikutsertakan dalam LPKP ke-6. Saat itu ia masih duduk di kelas 7, dengan harapan dapat melatih mental dan mengenal medan lomba. Alhasil peringkat ke-4 dapat diraihnya dan hanya selisih satu tingkat dibawah kakak kelasnya yang pulang membawa piala Juara 3. Ikhwan yang suka twitter-an ini juga kembali diikutsertakan di LPKP ke-7 dan berhasil meraih Juara 3 mengikuti jejak kakak kelasnya, sementara sang kakak kelas menggondol piala Juara 1 sekaligus Juara Umum. Dan baru saja jejak-jejak keberhasilan ia lakoni dengan berhasil mempertahankan gelar Juara Umum tahun ini.

Memang dunia digital sudah menjadi kesehariannya. Twitter-an, Facebook-an, blogging dan segala hal yang berbau IT sangat ia gemari. Hobi digitalnya ia salurkan dengan mengikuti ekstrakurikuler IT Club. Eksistensi di dunia nyata dan dunia maya sudah jadi bagian hidupnya. Namun syukur Alhamdulillah, dunia digital membawa dirinya kearah yang positif dengan senantiasa mendapatkan bimbingan dari orang tua, serta guru-gurunya. Segudang prestasi sudah diraihnya, karena memang siswa penyuka ketoprak ini selain dibina disekolah ia juga di-overclock dengan menjadi siswa binaan MIPA UI bidang studi Fisika, KPM (Klinik Pendidikan MIPA) dan siswa binaan PP-IPTEK. Pembinaan di PP-IPTEK membawanya menginjakkan kaki di Negeri Gajah Putih sebagai peserta AYSF (APEC Youth Science Festival) yang berlangsung selama sepekan di Pathum Thani, Thailand.



Selain bidang akademis siswa yang bercita-cita menjadi pengusaha ini juga memiliki jiwa kepemimpinan dengan terpilih sebagai Ketua OSIS  SMPIT TBZ periode 2010-2011, disamping berjiwa seni dengan pernah meraih Juara Favorit pada Pentas Seni Islami ketika duduk di kelas 7 dan menjadi MC di acara yang sama tahun berikutnya. Anak pertama dari pasangan Cecep Haryana,SH yang seorang polisi dan Siti Rohani seorang guru TK ini juga pernah menjuarai (Juara 1) cerdas cermat PAI dalam kegiatan Thariq Festival. Keterpaduan bidang akademis dan religi atau dalam bahasa sehari-hari kita kenal dengan istilah Sholeh & Cerdas menjadi nyata pada diri siswa yang sedang menyelesaikan hafalan juz 29-nya ini.

Olahraga atau lebih tepat hobi yang menjadi temannya berpetualang adalah bersepeda. Atribut lengkap termasuk helm selalu menemaninya menjelajah jalan-jalan di Bekasi. Jika ada aktivitas di luar kegiatan rutin sekolah maka ia memilih sepeda sebagai alat transportasinya.  Maka sangatlah tidak berlebihan kiranya jika siswa yang selalu tersenyum dan senantiasa berpakaian rapi ke sekolah ini dalam dirinya terdapat sepenggal lirik dalam nasyid “Pejuang Sejati” yaitu,
Fisik kuat itu sudah pasti
Pikiran cemerlang wajah berseri
Akidah mantap tetap terpatri
Akhlaq terpuji hiasan diri

Segudang prestasi tidak menjadikannya sombong. Kesederhanaan selalu tercermin dalam kesehariannya walaupun selalu menjadi ranking 1 dikelasnya. Prestasi-prestasi yang telah diukir menambah motivasinya untuk terus melakukan hal-hal yang luar biasa, termasuk hal-hal yang mustahil. Sebagaimana sebuah kalimat yang menjadi inspirasinya kini mengenai Steve Jobs (pendiri Apple Computer) dalam buku biografinya yang disampaikan oleh rekan kerjanya, Debi Coleman, “Steve dapat melakukan hal yang mustahil karena dia tidak menyadari bahwa hal itu mustahil.”

Dari seorang Putra Perdana Haryana mari kita belajar, mampukah kita mengikuti jejak-jejak prestasinya atau bahkan melampauinya. Pasti bisa, tidak ada yang mustahil…iya kan ? (SS)

Lomba IT, Juara lagi ...

Written By Admin on Minggu, 12 Februari 2012 | 20.23


Malam kian larut mengantarkan siswa-siswa SMPIT Thariq Bin Ziyad terlelap di selasar Masjid Al-Faruq. Suara-suara binatang malam dan angin semilir menjadi alunan nina bobo yang indah mengiringi tubuh-tubuh lelah yang sudah rebah. Malam itu adalah agenda MABIT putra yang baru saja usai penyampaian materi ruhiyah dan dilanjutkan dengan tidur malam sekitar pukul 22.30 WIB.  Agenda rutin yang dilaksanakan untuk menjaga dan meningkatkan ruhiyah para peserta didik dan merupakan salah satu program unggulan di SMPIT Thariq Bin Ziyad.

Namun ada 5 orang siswa yang masih terjaga. Di Lab komputer. Tiga orang sibuk menekan tombol-tombol keyboard tanpa irama sambil sesekali memegang dahi menahan kantuk dan rasa bingung menghadapi soal didepan layar monitor. Dua orang lagi bergumam menyusun kata menjadi kalimat yang rapi, mengusir rasa gugup layaknya khotib yang baru pertama kali naik mimbar Jum’at. Mereka adalah para peserta LPKP-8 dari SMPIT TBZ yang sedang menjalani proses finishing sebelum berlaga di Lomba IT tingkat Kota & Kabupaten yang diselenggarakan keesokan harinya.  Tiga orang (Dadan, Ezza & Renzo) lomba Office dan 2 orang (1 team, Aji & Ulhaq) lomba Blog.

Ahad pagi yang cerah, jarum jam hampir menyentuh pukul 07.30 WIB, namun 5 orang siswa SMPIT Thariq Bin Ziyad sudah berada di SMANTAS. Segar bersemangat. Tak berbeda jauh dengan kisah tahun sebelumnya hanya saja terlihat siswa-siswi berseragam putih abu-abu ikut serta dalam lomba kali ini. Lomba blog memiliki tantangan lebih berat karena harus bersaing dengan tingkat SMA. Namun lolos 10 besar dengan meraih peringkat 5 (dari 32 tim) untuk melakukan presentasi isi blog di final lomba kali ini sudah merupakan prestasi tersendiri yang cukup membanggakan bagi tim peserta lomba blog SMPIT TBZ karena disejajarkan dengan siswa-siswa tingkat SMA.

Untuk lomba office juga tidak kalah ketat dan menantang. Kompetitor utama kami tahun ini membawa 1 pleton peserta atau dalam ukuran jumlah matematis sama dengan 30 orang. Sementara kami hanya membawa 3 orang. Pertarungan kali ini 1 berbanding 10, sebuah perbandingan yang sangat menantang.

Waktu menunjukkan pukul 16.30 WIB ketika TOA SMANTAS berbunyi, berisi pengumuman untuk kembali berkumpul di aula guna mendengarkan hasil dari semua lomba. Sebelum menuju aula Pak Adi sudah menjabat tangan Putra Perdana Haryana walaupun dengan sedikit bercanda, dengan kalimat, “Selamat Anda Juara 1”, meski belum sedikitpun bocoran dari dewan juri siapa pemenangnya. Pak Adi yakin betul dengan kemampuan siswa yang biasa dipanggil Dadan ini. Tiga tahun telah dikader dan dipersiapkan untuk bisa meraih dan mempertahankan juara. Pengumuman dewan juri pun akhirnya memang tidak meleset dari prediksi. “Juara Pertama Lomba Office LPKP ke-8 jatuh pada nomor peserta 031 atas nama Putra Perdana Haryana dari SMPIT Thariq Bin Ziyad”, ucap dewan juri diiringi riuh tepuk tangan para peserta lain sebagai applause penghormatan yang membanggakan.

  
Yang harus jadi pertanyaan buat kita semua, walaupun setiap hari bertemu dengan Dadan adalah….
Siapa sesungguhnya sosok Sholeh dan Cerdas bernama Dadan ini ???


Mau tahu tentang Dadan ? Bisa dibaca disini ...
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. Adi Scout - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger